Tampilkan postingan dengan label wordpress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wordpress. Tampilkan semua postingan

Cara Membuat Auto Generated Content

Cara Membuat Auto Generated Content 

Auto generated content bisa mendatangkan banyak pengunjung dari Google search karena trik ini bisa memunculkan keyword apa saja dan bahasa apa saja, karena sebuah web yang memiliki Auto Generated Content berisi apa saja yang anda cari. Sebelum kita praktek untuk membuat Auto Generated Content, akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu Auto Generated Content Atau Biasa Di Sebut A Ge Ce.

1. Proses pemasukan query pencarian ke Search Engine
2. Menampilkan hasil Pencarian ( bisa di halaman search , di halaman single , di halaman 404 )
3. Cache halaman pencarian
4. Halaman cache ter-index Mesin Pencari
5. User mengetikan kata kunci (keyword) di Mesin Pencari Google
6. Google menampilkan halaman hasil AGC kita
7. User meng-klik halaman web kita yang sudah ter-index
8. User masuk ke halaman AGC web/blog kita
9. Plugin STT2 me-record keyword ke dalam Table STT2
10. Insya Allah traffic akan meningkat

Sebelum kita mengarah yang lebih jauh, lakukan persiapan terlebih dahulu :

Persiapan Plugin:
  1. Search Term tagging 2 ( asli buatan Indonesia )
  2. All In One SEO
  3. Klo ada SEO Booster lebih bagus ( dianjurkan )
  4. Notepad++ untuk editor code ( dianjurkan : jika tidak ada, anda bisa memakai dreamweaver, Notepad biasa juga bisa tapi ribet )
Persiapan Dasar:

1. Install WordPress seperti biasa jika belum ada WP-nya
2. Install Plugin STT2 dan ikuti settingan berikut:
  • Convert Search Terms Into Links: ( Link to Search )
  • Yang lainya silahkan diatur sendiri
3. Install All In One SEO
4. Setting permalink menjadi seperti ini /%directory%/%postname%.html
5. Setting fungsi file query.php di wp-include untuk memperoleh hasil - hasil AGC yang seolah natural. Contoh seperti :
http://serang-banten.co.cc/search/Cara-Hack-Blogger-Blogspot.html

Tanpa melakukan perubahan pada file query.php, maka Query yang dimasukan ke dalam Search engine adalah : /search/Cara-Hack-Blogger-Blogspot.html

Kalau Anda melakukan perubahan pada file query.php, maka Query yang dimasukan ke Search Engine adalah : Cara Hack Blogger Blogspot

Walaupun kedua Query tersebut menghasilkan URL yang sama, contoh :

http://serang-banten.co.cc/search/Cara-Hack-Blogger-Blogspot.html

Cara menggantinya:
  • Download file query.php dengan FTP Manager Atau dari File Manager di CPANEL Anda
  • Buka dengan menggunakan Notepad++ ( disarankan )
  • Cari Text : // added slashes screw with quote grouping when done early, so done later
Tambahkan code berikut di bagian atasnya

$pengganti = array('-','.html'); // karakter yang mau dihilangkan
$q['s'] = str_replace ( $pengganti,' ',$q['s']); // karakter diganti spasi

6. Edit file rewrite.php di wp-include juga

Cara Mengeditnya :
  • Download Dari wp-include
  • Cari di bagian baris 462 :
    var $search_base = 'search'; ubah menjadi
    var $search_base = 'article'; atau kata lain yang anda inginkan
7. Upload kembali file query.php dan rewrite.php ke wp-include
8. Selesai

Nantinya apabila ada seseorang yang melakukan pencarian pada search engine, maka otomatis content yg sudah ter-generate akan muncul pada halaman search engine sehingga orang tersebut tertarik untuk meng-klik-nya. Sekian tutorial sederhana ini, semoga bermanfaat.

Mencari Kode Area Handphone (seluler) di Indonesia


Mencari Kode Area Handphone (seluler) di Indonesia

Masukkan nomor HP yang ingin anda lacak di bawah ini

Bagi anda yang ingin memasangnya pada web/blog masing- masing, berikut caranya :

1. Copy script:

<iframe src="http://stufimedia.com/hasil.php" frameborder="0" ></iframe>

2. Untuk Blogspot :
Login blogger.com → pilih rancangan → tambah gadget → pilih html/javascript → paste script di atas.

3. Untuk WordPress :
Login ke dashboard wordpress → pilih Widget → pilih Text → paste script di atas.


5 Kerentanan Wordpress dan Cara Mengatasinya

Apakah Anda tahu bahwa situs web lebih dari 73 juta di dunia berjalan di platform penerbitan Wordpress? Hal ini membuat Wordpress lebih populer dari Microsoft SharePoint, Blogger, atau Drupal. Ini juga berarti bahwa WordPress adalah target besar untuk defacer.

Setengah dari situs WordPress di luar sana adalah self-host, yang berarti bahwa administrator WordPress memiliki tanggung jawab besar untuk kemananannya. Ada beberapa cara untuk mengamankan WordPress, tapi hanya sebagian kecil dari situs benar-benar melakukannya. Hal ini membuat target Wordpress lebih populer untuk defacer.

5 Kerentanan Wordpress  dan Cara Mengatasinya

1. Vulnerability : SQL Injection & URL Hacking

SQL injection menggambarkan kelas serangan di mana defacer menanamkan perintah di URL yang memicu perilaku dari database. (SQL adalah bahasa perintah yang digunakan oleh database MySQL.) Serangan-serangan ini dapat mengungkapkan informasi sensitif tentang database, berpotensi memberikan pintu masuk defacer untuk memodifikasi konten yang sebenarnya dari situs Anda. Banyak dari serangan situs web defacement yang dicapai oleh beberapa bentuk tekhnik SQL Injection.

Pertahanan: Apache menggunakan sebuah file bernama. Htaccess untuk mendefinisikan aturan akses untuk situs web Anda. Satu set aturan yang menyeluruh bisa mencegah banyak jenis SQL Injection. Kode di bawah ini merupakan satu set aturan yang Anda dapat anda masukkan ke dalam file htaccess situs web anda untuk mencegah permintaan dari SQL injection pada URL


<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_METHOD} ^(HEAD|TRACE|DELETE|TRACK) [NC]
RewriteRule ^(.*)$ - [F,L]
RewriteCond %{QUERY_STRING} \.\.\/ [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} boot\.ini [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} tag\= [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} ftp\:  [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} http\:  [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} https\:  [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} (\<|%3C).*script.*(\>|%3E) [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} mosConfig_[a-zA-Z_]{1,21}(=|%3D) [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} base64_encode.*\(.*\) [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} ^.*(\[|\]|\(|\)|<|>|ê|"|;|\?|\*|=$).* [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} ^.*(&#x22;|&#x27;|&#x3C;|&#x3E;|&#x5C;|&#x7B;|&#x7C;).* [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} ^.*(%24&x).* [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} ^.*(%0|%A|%B|%C|%D|%E|%F|127\.0).* [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} ^.*(globals|encode|localhost|loopback).* [NC,OR]
RewriteCond %{QUERY_STRING} ^.*(request|select|insert|union|declare).* [NC]
RewriteCond %{HTTP_COOKIE} !^.*wordpress_logged_in_.*$
RewriteRule ^(.*)$ - [F,L]
</IfModule>



2. Vulnerability : Access to Sensitive Files

File-file, seperti file konfigurasi Wordpress, instal script, dan bahkan "readme" file harus disimpan tersembuyi.

Pertahanan: Anda dapat menambahkan perintah ke file htaccess Apache untuk memblokir akses ke file sensitif. Untuk instalasi WordPress, kode berikut akan memblokir akses ke daftar direktori, ditambah satu set file khusus yang terkait dengan Wordpress dan Web server itu sendiri.

Options All -Indexes
<files .htaccess>
Order allow,deny
Deny from all
</files>
<files readme.html>
Order allow,deny
Deny from all
</files>
<files license.txt>
Order allow,deny
Deny from all
</files>
<files install.php>
Order allow,deny
Deny from all
</files>
<files wp-config.php>
Order allow,deny
Deny from all
</files>
<files error_log>
Order allow,deny
Deny from all
</files>
<files fantastico_fileslist.txt>
Order allow,deny
Deny from all
</files>
<files fantversion.php>
Order allow,deny
Deny from all
</files>

3. Vulnerability : Default Admin User Account

Banyak default WordPress yang di-install termasuk akun administrator pengguna yang username adalah hanya "admin". Defacer dapat mencoba untuk login ke account ini dengan menebak passwordnya.

Pertahanan: Setiap unsur prediktabilitas memberikan keuntungan kepada defacer. Meskipun defacer masih perlu menebak atau mem-brute force password Anda untuk mengakses account admin. Login ke Wordpress dan membuat user baru dengan nama yang tak terduga. Menetapkan hak administrator untuk pengguna ini. Hapus account bernama "admin". Seorang defacer sekarang akan perlu menebak kedua username dan password untuk mendapatkan akses administrator, suatu prestasi signifikan lebih menantang. 

4. Vulnerability : Default Prefix for Database Tables

Database Wordpress terdiri dari banyak tabel. Dalam menginstal Wordpress, tabel ini diberi nama dengan awalan default yang dimulai dengan "wp_". Untuk defacer, kemampuan untuk memprediksi apa pun bisa memberikan keuntungan ekstra.

Pertahanan: Saat membuat sebuah instalasi baru WordPress, Anda dapat menentukan awalan tabel database sendiri. Ini memberi Anda kesempatan untuk memilih sesuatu yang unik dan tak terduga. Jika WordPress sudah terinstal, Anda retroaktif dapat mengubah nama tabel. Meskipun hal ini dapat dilakukan secara manual, proses ini membutuhkan manipulasi langsung pada database.

Cara yang lebih mudah untuk mengubah prefiks tabel untuk instalasi Wordpress yang sudah ada adalah dengan menggunakan plugin bernama Better WP Security. Plugin ini berisi beberapa pertahanan, dengan sedikit klik Anda dapat mengubah nama tabel dan memasukkan awalannya sesuai dengan keinginan Anda.

4. Vulnerability : Brute-Force Login Attempts

Defacer sering mengandalkan script otomatis ( brute force ) untuk melakukan pekerjaan kotor mereka. Script ini dapat membuat berbagai upaya untuk login ke halaman administrasi WordPress Anda dengan mencoba ribuan dan jutaan kombinasi username dan password. Tidak hanya itu, usaha memperlambat situs web Anda ( DDOS attack ) untuk pengguna yang sah, mungkin juga berhasil memberi defacer kepuasan tersendiri.

Pertahanan: Tentu saja, Anda harus mulai dengan selalu menggunakan password yang kuat. Gunakan password dengan kombinasi antara angka, huruf dan simbol sehingga memakan waktu lebih lama untuk serangan brute force dalam memecahkan kode. Serangan ini biasanya menggunakan kombinasi kata kamus dan angka. 

Jangan lupa menginstal limiter login untuk Wordpress. Sebuah limiter Login pada dasarnya dapat memblokir atau meng-karantina alamat IP atau nama pengguna yang mencoba dan gagal untuk mengirim permintaan login di atas tingkat ambang batas. Misalnya, batas login 10 kali per 5 menit.

Di atas langit masih ada langit dan tidak ada yang aman 100% di dunia cyber

Mengatasi Masalah Media Upload di WordPress 3.3

Mengatasi Masalah Media Upload di WordPress 3.3Banyak hal yang baru sebenarnya di WordPress 3.3 yang tidak nampak secara kasat mata. Butuh mata programming yang jeli untuk melihat perbedaannya. Salah satunya soal style pada dashboard admin. Bagi sebagian orang, mungkin mengalami masalah dengan WordPress-nya terutama setelah upgrade ke versi 3.3. Secara ajaib, fasilitas untuk uploadnya tidak jalan. Yang tampak hanyalah layar hitam saja tanpa ada tombol browse apalagi fasilitas drag and drop yang banyak dibicarakan di versi 3.3 ini.

Semula saya pikir ada masalah dengan plugin atau themes atau bisa juga karena ada file yang tertinggal saat upgrade. Tapi ternyata bukan itu. Masalahnya justru sangat sepele. Semua masalah itu hanya gara-gara cache.

Seperti diketahui, untuk mempercepat proses load sebuah halaman, maka browser menyimpan file-file tertentu yang sering dibutuhkan. Diantaranya adalah file style.css, file javascript dan file-file gambar baik itu JPG, PNG maupun GIF. Nah, ketika anda membuka web tersebut untuk kedua kali, ketiga kali dan seterusnya, browser akan menggunakan file2 hasil simpanannya itu.

Masalah kemudian terjadi tatkala ada perubahan di file-file itu. Namanya memang masih sama, tapi isinya berbeda. Akhirnya berantakanlah tampilan blog kita khususnya di bagian dashboard.

Maka solusinya sangat mudah, anda harus hapus cache itu dari harddisk. Caranya tergantung browsernya. Jika anda menggunakan Google Chrome, maka lakukan langkah ini:

1. Klik menu Tool (pojok kanan atas dibawah tanda X) lalu Pilihan (Options)
2. Klik menu Dibalik Terpal (yg inggris gak tahu apa namanya)
3. Klik tombol Hapus Data Perambanan
4. Beri centang pada Kosongkan Tembolok
5. Klik Hapus data Perambanan

Jika memakai Firefox:

1. Klik Menu Options – Options
2. Klik Advance
3. Klik Tab Network
4. Klik tombol Clear Now
5. Klik OK

Sekarang anda bisa coba cek apakah dashboard WP anda sudah berfungsi dengan baik

[ Categories ]